Mengapa Konten Viral Itu Penting untuk Bisnis Anda?
Di dunia digital saat ini, kata “viral” telah menjadi salah satu kata kunci paling dominan di dunia pemasaran. Konten viral tidak hanya menjadi sorotan di media sosial, tetapi juga menjadi elemen penting dalam strategi branding dan pemasaran digital yang efektif. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa konten viral sangat penting untuk bisnis Anda, bagaimana cara membuat konten yang layak viral, serta beberapa contoh sukses dari berbagai industri.
Apa Itu Konten Viral?
Sebelum menyelami lebih dalam, mari kita bahas terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan konten viral. Konten viral adalah konten yang dibagikan secara luas dan cepat di internet melalui berbagai platform, seperti media sosial, blog, video, dan lainnya. Konten ini biasanya menarik, informatif, atau menghibur, dan mampu menarik perhatian banyak orang dalam waktu singkat.
Ciri-ciri Konten Viral
-
Relevansi Emosional: Konten yang mampu menyentuh emosi pembaca atau audiens cenderung lebih mudah untuk dibagikan. Misalnya, cerita inspiratif, video lucu, atau gambar menyentuh hati.
-
Mudah Dibagikan: Konten yang didesain untuk dibagikan, seperti meme, infografis, atau video pendek, memiliki potensi virality yang lebih tinggi.
-
Unik dan Inovatif: Konten yang menawarkan sesuatu yang baru, atau mengemas informasi lama dengan cara yang menarik, memiliki daya tarik yang lebih kuat bagi audiens.
-
Memicu Diskusi: Konten yang mendorong audiens untuk berkomentar atau mendiskusikan topik tertentu cenderung lebih viral.
Mengapa Konten Viral Itu Penting untuk Bisnis Anda?
1. Meningkatkan Brand Awareness
Salah satu alasan utama konten viral sangat penting adalah kemampuannya untuk meningkatkan kesadaran merek (brand awareness). Ketika konten Anda menjadi viral, ribuan, atau bahkan jutaan, orang melihatnya. Ini bukan hanya memperkenalkan merek Anda kepada audiens baru, tetapi juga memperkuat posisi merek Anda di pikiran konsumen.
Menurut HubSpot, 79% pemasar mengatakan bahwa eWideh bisnis mereka mengutamakan perencanaan strategi pemasaran dengan konten. Jika konten Anda viral, itu menunjukan bahwa konsumen berinvestasi relevan pada produk atau jasa yang Anda tawarkan.
2. Meningkatkan Engagement
Konten viral tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mendorong interaksi. Orang-orang cenderung berkomentar, berbagi, dan mendiskusikan konten yang mereka temukan menarik. Ini menciptakan peluang bagi bisnis untuk berinteraksi dengan pelanggan, membangun komunitas, dan meningkatkan keterlibatan dengan audiens.
3. Mendorong Traffic ke Website
Ketika konten Anda viral, pengunjung website Anda meningkat secara signifikan. Pengunjung baru yang terarah ke website Anda melalui konten viral berpotensi menjadi pelanggan baru. Data dari Neil Patel menunjukkan bahwa 90% orang mencari informasi atau produk melalui pencarian online. Jadi, konten viral yang baik dapat menghantarkan audiens baru ke saluran bisnis Anda.
4. Meningkatkan Konversi
Meningkatnya traffic situs web dari konten viral juga dapat mendorong konversi. Jika konten Anda mampu menarik perhatian audiens dan menunjukkan nilai dari produk atau layanan Anda, kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian juga semakin tinggi.
Sebuah studi oleh Content Marketing Institute mengungkapkan bahwa perusahaan dengan strategi konten yang baik mengalami konversi tinggi, dengan rata-rata 6x lebih banyak konversi dari konten yang diproduksi.
5. Membangun Kepercayaan dan Otoritas
Konten viral sering kali dianggap valid dan informatif, terutama jika divalidasi oleh sumber yang terpercaya. Jika audiens merasa bahwa konten yang Anda bagikan bernilai, mereka akan lebih percaya pada merek Anda. Ini sangat penting dalam membangun kredibilitas dan otoritas di industri tertentu.
Seperti yang diungkapkan oleh Cynthia Boris, seorang pakar pemasaran digital, “Ketika audiens mulai mempercayai merek Anda sebagai sumber informasi yang berharga, mereka lebih mungkin untuk mempercayai produk atau layanan Anda.”
Bagaimana Cara Membuat Konten yang Layak Viral?
1. Mengetahui Audiens Anda
Langkah pertama dalam menciptakan konten viral adalah memahami audiens Anda. Siapa mereka? Apa yang mereka inginkan? Apa yang mereka rasakan? Alat seperti Google Analytics, survei audiens, dan analisis media sosial bisa sangat membantu dalam memahami audiens Anda.
2. Menjaga Kualitas Konten
Meskipun konten viral sering kali bersifat ringan dan menghibur, kualitas tetap harus menjadi perhatian utama. Konten berkualitas tinggi tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memberikan nilai tambah kepada audiens.
Contoh: Video seri “Like a Boss” oleh Business Insider adalah contoh konten berkualitas yang viral. Meski menghibur, video ini juga memberikan wawasan tentang strategi bisnis.
3. Gunakan Visual yang Menarik
Konten yang kaya visual, seperti infografis atau video, lebih cenderung untuk dibagikan. Menurut BuzzSumo, konten visual lebih mungkin untuk menjadi viral daripada konten berbasis teks.
4. Gaya Penulisan yang Menarik
Gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami juga sangat penting. Hindari jargon yang berlebihan dan gunakan bahasa sehari-hari yang dapat diakses oleh audiens Anda.
5. Memanfaatkan Media Sosial
Platform media sosial adalah tempat yang ideal untuk mendistribusikan konten viral. Dengan algoritme yang mempromosikan konten yang mendapat banyak interaksi, membagikan konten Anda di berbagai platform media sosial dapat meningkatkan visibilitas.
6. Memanfaatkan Influencer
Berkolaborasi dengan influencer yang relevan dengan industri Anda dapat membantu menyebarkan konten Anda lebih luas. Ketika influencer membagikan konten Anda, audiens mereka akan lebih cenderung untuk melihat dan membagikannya juga.
7. Memicu Emosi
Seperti yang dibahas sebelumnya, konten yang mampu membangkitkan emosi – baik itu tawa, haru, atau kemarahan – cenderung lebih viral. Cobalah menyisipkan elemen cerita yang mampu menghubungkan audiens secara emosional.
Studi Kasus Konten Viral yang Berhasil
1. Dove – Real Beauty Campaign
Dove meluncurkan kampanye “Real Beauty” yang menampilkan wanita dengan berbagai ukuran, warna kulit, dan usia. Kampanye ini menjadi viral karena mampu menyentuh emosi banyak orang, memperjuangkan keindahan yang realistis dan inklusif.
Hasilnya? Penjualan Dove meningkat hingga 700% dalam periode yang singkat, dan merek ini dianggap sebagai pelopor dalam industri kecantikan.
2. Ice Bucket Challenge
Meskipun tidak terkait langsung dengan produk atau merek, kampanye Ice Bucket Challenge berhasil menjadi viral di seluruh dunia. Dengan menantang orang untuk menyiram diri dengan air es untuk tujuan amal, kampanye ini berhasil mengumpulkan lebih dari $115 million untuk penelitian ALS.
3. Old Spice – The Man Your Man Could Smell Like
Kampanye pemasaran Old Spice ini menjadi salah satu contoh klasikal konten viral. Dengan video yang lucu dan tidak terduga, Old Spice berhasil menarik perhatian generasi yang lebih muda, serta meningkatkan penjualan produk mereka secara signifikan.
Kesimpulan
Konten viral adalah alat yang kuat dalam dunia pemasaran digital. Dengan kemampuan untuk meningkatkan brand awareness, mendorong keterlibatan audiens, dan membangun kepercayaan serta otoritas, konten viral seharusnya menjadi bagian integral dari strategi pemasaran bisnis Anda.
Dengan mengikuti panduan di atas, Anda dapat menciptakan konten yang tidak hanya akan diingat, tetapi juga dibagikan oleh audiens Anda. Ingatlah bahwa kualitas dan relevansi adalah kunci untuk menciptakan konten yang layak untuk menjadi viral.
Jika Anda ingin bisnis Anda berkembang dengan cara yang menarik dan menguntungkan, kini saatnya untuk menjadikan konten viral sebagai fokus utama dalam strategi pemasaran Anda.